Misteri Dibalik Rasa Asmara Wanita

Misteri Dibalik Rasa Asmara Wanita – Setiap jenis ilmu pelet pasti memiliki serangkain mantra sebagai syaratnya. Yang perlu ditegaskan adalah setiap mantra tersebut tidak akan membuat celaka pada diri sendiri ataupu  orang lain apabila dalam pelaksanaanya didasari dengan niat baik, hati nurani dan penuh dengan niat hati yang tulus. ltulah sebenamya pola kerja sebuah ilmu pelet. la dapat menimbuIkan sensasi yang sangat indah di bawah alam sadar, yang berisi letupan-Ietepun kerinduan dan gelitar cinta. Kadang-kadang memang menyesakkan dada dan membuat gelisah. Tapi semua itu tidak akan berlangsung lama jika orang yang melakukan pemelatan mengerjakannya dengan hati yang tutus tanpa ada rasa dendam.

Jika menghendaki seorang wanita berubah sayang, cinta dan bergairah kepada Anda (pria), maka yang terpenting pada saat melakukan ritual pelet adalah membuat sugesti terpola pada “Pramono” lalu tarik ke “cipta”, Tarik ke mata, kemudian lepaskan penglihatan Anda pada anggota tubuh wanita yang pada hari dan tanggal tersebut kebetulan ketempatan rasa. Gunanya, wanita tersebut bisa seketika terbangun gairah asmaranya terhadap Anda. Caranya, ciptakan dalam pikiran Anda bahwa Anda tengah bermesraan dengan wanita yang Anda dambakan. Dalam penciptaan bayangan itu Anda seolah-oIah meraba titik-titik “Rasa Asmanra Wanita”. Nah, dengan begitu wanita yang Anda tuju akan bisa dengan mudah Anda pengaruhi sukmanya agar tergetar oleh cinta kasih Anda yang tulus.

Berikut adaIah hari-hari ketika “Rasa Asmara Wanita” bisa dibangunkan dengan cara menatap dan merabanya, dan daIam hal ritual pelet hal ini hanya dilakukan dengan penciptaan bayangan yang kemudian menjadi sugesti, jadi sama sekaIi tidak melakukan kontak secara langsung. Titik – titik tersebut adalah:

  • Hari Sabtu : Kaki kiri dan kanan.
  • Hari Ahad : KeIamin
  • Hari Senin : Perut / Pinggang
  • Hari SeIasa : Payudara dan Dada.
  • Hari rabu : Punggung
  • Hari Kamis: Wajah antara dua alis
  • Hari Jumat : Kening sampai pelipis

Sementara, berdasarkan penanggalan “Rasa Asmara Wanita‘” yang bisa dibangunkan dengan cara ditatap atau diraba adalah:

  • Tanggal1 : Ibu jari kaki kanan
  • Tanggal2 : Telapak kaki kanan
  • Tanggal3 : Tumit kanan
  • Tanggal4 : Pipi Kanan
  • Tanggal5 : Betis kanan
  • Tanggal6 : Lutuk kanan
  • Tanggal 7 : Paha kanan
  • Tanggal8 : Pantat kanan
  • Tanggal 9 : Kemaluan sebelah kanan
  • Tanggal10 : Perut sebelah kanan
  • Tanggal11 : Payudara kanan
  • Tanggal12 : Dagu kanan
  • Tanggal13 : Bibir kanan

Begitulah urut-urutannya. Saya sendiri tak habis pikir mengapa uraian mengenai “Rasa Asmara Wanita” berdasarakan penanggalan itu hanya sampai pada tanggal 13 saja. Namun saya menduga hal tersebut karena orang jaman dulu sangat berpantang mengaktualkan rasa asmara (hubungan kelamin) pada tanggal-tanggal saat bulan purnama dan seterusnya, karena mereka percaya hal ini akan menimbulkan akibat-akibat yang kurang baik. Maka dari itu ada pendapat yang mengatakan bahwa pengerjaan pelet memang sebaiknya dilakukan di saat-saat tanggal di awal bulan sesuai dengan penanggalan “Rasa Asmara Wanita” tadi.

Mungkin hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Jika memang gejolak emosional, gejolak sugesti kepada seseorang telah sangat kuat, maka ilmu pelet akan tetap berlangsung efektif. Tinggal bagaimana mengolahnya lewat ritual-ritual pelet itu sendiri.